Sabtu, 10 Juni 2017

Published Juni 10, 2017 by with 0 comment

Tombol Musik dan Adobe Flash



Tombol Musik dan Adobe Flash
Eka PW


Beberapa tahun yang lalu, lebih tepatnya ketika saya duduk di bangku SMP. Saya diperkenalkan sebuah software oleh guru TIK saya. Saat itu software tersebut bernama Macromedia Flash. Kami seluruh siswa SMP kala itu diperkenankan oleh guru kami untuk membuat karya berupa animasi. Sejak saat itu saya mengenal Macromedia Flash sebagai software untuk membuat berbagai animasi. 

Setelah sekian lama saya tidak lagi mempelajari software tersebut, ketika saya telah berada di bangku perkuliahan tepatnya di mata kuliah Aplikom, saya kembali diperkenalkan sebuah software. Kali ini, namanya adalah Adobe Flash. Software ini memiliki fungsi yang sama dengan software Macromedia Flash saat itu. Setelah saya membaca beberapa artikel di internet, ternyata software Adobe Flash ini adalah software yang sama dengan Macromedia Flash. Hanya saja sudah di update dan berganti nama. Namun fungsinya tak jauh berbeda. 

Lantas apa yang saya buat dengan Adobe Flash ini? Beberapa bulan yang lalu saya belajar membuat sebuah tombol musik. Pada intinya hampir sama fungsinya dengan tombol play pada mp3 digital pada PC. Ketika kita menekan tombol sound on maka music akan diputar. Dan akan berhenti apabila kita menekan kembali tombol tersebut. 

Pembuatan tombol music yang saya ini mematahkan anggapan saya tentang Adobe Flash yang hanya bisa digunakan untuk membuat gambar atau animasi gif saja. Tetapi ternyata Adobe Flash ini juga dapat mengimport music seperti pembuatan tombol music yang akan saya jelaskan dalam artikel ini.
Dengan membuka labsheet Adobe flash Action Script 2.0. kemudian lakukan import data berupa symbol clip art sound of dan sound on serta music yang akan diputar. Dengan catatan setiap music yang akan diimport ke Adobe Flash ini paling tidak berformat WAV. Hal ini karena tidak semua music berformat mp3 dapat diimport ke Adobe Flash. 

Dalam pembuatan tombol music ini kita tidak hanya sekedar memainkan tools yang ada dalam Adobe Flash. Namun kita juga akan sedikit bermain kode untuk mendapatkan animasi dan music yang sesuai.






Read More
    email this       edit
Published Juni 10, 2017 by with 0 comment

Inilah Kesalahan yang Sering Muncul ketika Membuat Skripsi



Inilah Kesalahan yang Sering Muncul ketika Membuat Skripsi
Eka PW


Saya memang belum pernah membuat skripsi. Bagaimana tidak, saya baru saja duduk di bangku perkuliahan tahun 2016 yang lalu. Tapi bukan berarti saya tidak tahu apa-apa tentang skripsi. Meski secara kesuluruhan saya belum mengetahui bagaimana pembuatan skripsi yang benar terutama bagian isi. Akan tetapi saya sudah sedikit memiliki bayangan tentang bagaimana pembuatan skripsi yang baik dan benar dari segi layout.

Bermula dari pembelajaran Aplikom sebagai mata kuliah saya. Saya diperkenankan untuk mempelajari bagaimana menggunakan Microsoft Word. Salah satu software tidak akan lepas dari setiap pelajar. Hampir seluruh mahasiswa menggunakan software ini untuk membantu dalam setiap pembelajaran mereka. Baik untuk mengerjakan tugas berupa makalah maupun artikel dan tulisan-tulisan lainnya.

Akan tetapi tidak semua mahasiswa menggunakan software ini dengan benar, praktis dan efisien. Terkadang muncul banyak kesalahan-kesalahan dari cara menggunakan Microsoft Word ini yang tentu justru menghambat dalam pembuatan tulisan. Tak jarang justru akan menghabiskan waktu dalam pengerjaan dikarenakan ketidaktahuan mereka bagaiamana menggunakan Microsoft Word ini secara efekti dan efisien. 

Dalam tulisan ini, saya akan berbagai tips bagaimana menggunakan Miscrosoft yang baik dan benar. Terutama bagi mahasiswa yang akan menjalani skripsi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan demi kelancaran pembuatan skripsi dan tentunya akan hemat tenaga dan waktu dalam proses editing. Karena tak jarang pula yang membuat proses editing terlalu lama tak lain karena ketidaktahuan pengguna software ini dengan jalan pintas yang mempercepat proses editing. Untuk itu, sebelum berbagai tips kita akan mengetahui beberapa kesalahan-kesalahan yang sering kali tidak disadari pengguna Miscrosoft Word berikut dengan solusinya.

Pertama dimulai dari menyetting kertas lembar kerja. Biasanya seringkali kebanyakan orang terlupa bahwa kertas standar yang dipakai ialah A4. Karena hal itu mereka masih menggunakan ukuruan kertas default dari Microsoft Word yaitu berjenis letter. Selain itu ukuran margin juga tekadang masih terlupa untuk di setting sesuai ukuran yang baku 4-4-3-3. Dengan spasi yang terkadang belum konsisten pula. Ada baiknya sebelum menulis banyak hal di lembar kerja Microsoft Word ada baiknya mengecek dulu ukuran kertas, margin, dan spasi. 

Kedua ialah penulisan daftar isi. Sebelumnya saya mengatakan adanya jalan pintas untuk mempercepat proses editing. Salah satunya adalah pembuatan daftar isi. Bagi kebanyakan orang yang belum mengetahui, mereka akan membuat daftar isi setelah seluruh isi materi dalam makalahnya. Mereka akan menulis apa saja yang menjadi sub-judul dan melihat kembali halaman di setiap sub judulnya barulah mereka mengisi daftar isinya. 

Sebenarnya ada jalan pintas yang dapat dilalui. Yaitu dengan cara menggunakan Hading 1, Heading 2 dan seterusnya. Untuk judul untama dapat digunakan Heading 1 dengan pengaturan font dan ukuran yang telah disesuaikan. Biasanya semua huruf berupa huruf kapital yang ditulis bold atau tebal kemudian terletak ditengah. Kemudian judul utama kedua dapat dibuat sama hanya dengan mem-block judul pertama kemudian klik Format Painter yang terletak di HOME. Kemudian drag judul kedua maka otomatis akan berformat sama. Lakukan hal tersebut pada sub-judul dengan berbeda Headingnya. Yaitu menggunakan heading 2. Ketika semua sudah diterapkan kita dapat membuat daftar isi secara otomatis dengan klik Reference-Table of Content- dan pilih daftar isi yang akan digunakan. Jika akan mengupdate daftar isi, kita hanya perlu me-klik update tble pada bagian content. 

Ketiga adalah penulisan daftar table dan gambar. Keduanya dapat dilakukan secara otomatis layaknya membuat daftar isi. Dengan cara klik kanan pada gambar kemudia klik insecrt caption dan pilih diantara figure 1, table 1, gambar 1, atau kita membuat nama sendiri. Akan tetapi perlu kekonsistenan nama untuk jenis objek yang sama. Semisal apabila objeknya adalah table, maka kita memilih table 1 dan seterunya. Untuk gambar, kita dapat menggunakan caption figure1 dan seterusnya. Detelah semuanya selesai kita akan membuat daftar gambar dan table seperti daftar isi. Dengan cara klik Reference- Insert Table of Figure- Pilih.
 
Keempat adalah penulisan daftar pustaka. Seringkali terjadi banyak kesalahan dalam penulisan daftar pustaka. Seperti salah mengurutkan antara pengarang, tahun, judul, penerbi, dan kota. Akan tetapi semua bisa diatasi dan tentunya akan lebih mudah serta lebih cepat dalam membuat daftar pustaka. Yaitu dengan cara klik Reference-manage Source-Edit-Pilih jenis daftar pustaka-Tulis data-data buku/jural/artikel-close-klik Insert Citation-Add New Source. Atau tidak, setelah kita menulis data-data buku, kita dapat memilih bibliography dan pilih jenis penulisannya. 

Kelima, ialah penulisan halaman. Peulisan halaman tentu tidak dilakukan satu persatu I setiap lebar kertas. Akan tetapi kita dapat menggunakan icon Page Number atau header dan Footer pada Insert. Lalu pilih mana halaman yang cocok untuk makalah. Biasanya untuk membedakan halaman pada halaman judul, kata pengantar, daftar isi, daftar table dan gambar dengan isi makalah dilihat dari halamannya. Biasanya untuk lembar pendahuluan seperti kata pengantar dan daftar isi menggunakan halaman dengan angka romawi. Sedang halaman pada isi makalah menggunakan angka biasa untuk membuat halaman yang berbeda dalam satu lembar kerja kita dapat menempatkan kuros pada halaman terakir dimana halaman selanjutnya telah berbeda halamannya. Kemudian klik Page Layout-Breaks-Next Page. Lalu tempatkan kursor pada lembar dimana halamannya akan berbeda. Kemudian klik Insert-Page Number-Format page number. Dan sesuaikan halaman yang diinginkan. 

Berikut tadi merupakan sedikit tips agar dalam menggunakan Microsof Word lebih efektif dan mempersingkat serta mempermudah melakukan pekerjaan menggunakan software tersebut. 


Read More
    email this       edit

Rabu, 07 Juni 2017

Published Juni 07, 2017 by with 0 comment

Vektor dan Corel Draw


Vektor dan Corel Draw
Eka PW

Vektor? Apa itu. Pertama kali yang ada dibenak saya ketika mendengar kata vector yang disampaikan oleh Dosen Aplikom saya adalah arah. Maklum karena saya berasal dari SMA IPA, dalam pembelajaran Fisika terdapat materi vector yang didefinisikan sebagai arah. Kebingungan sempat ada di benak saya, ketika dosen saya menambahkan bahwa disemester dua dalam perkuliahan ini, mahasiswa harus mengumpulkan design vektor. Kebingungan saya semakin bertambah ketika dosen saya menambahkan embel-embel design sebelum kata vektor. Saat itu saya berpikir apakah kita akan mendesign arah? Sepertinya akan lucu apabila pembelajaran kali ini kita akan mendesign arah. Secara perkuliahan saya di Aplikom ini materinya tentang design grafis.

Ternyata vektor yang dimaksud adalah seni grafis dimana kita akan membuat ilustrasi suatu hal bisa manusia, pemandangan alam, atau bentuk-bentuk lainnya yang dalam proses pembuatannya berkaitan erat dengan garis dan perpaduan warna. Dengan hasil akhirnya menyeruapai gambar aslinya namun berwujud layaknya kartun. Ada banyak software yang dapat digunakan untuk membuat vektor seperti photoshop, adobe illustrator bahkan dapat menggunakan Corel Draw. Bagi saya yang masih awam dengan dunia grafis saat itu, tidak menyangka bahwa Corel Draw dapat digunakan untuk membuat vektor disamping pembuatan poster, logo atau design cover majalah atau buku. Sebelum mengenal vektor saya juga telah membuat beberapa produk dengan menggunakan Corel Draw Graphic ×7. Seperti membuat poster atau logo majalah 

Beruntung saat itu, dosen saya langsung memberikan tutorial bagaimana membuat vektor. Tutorial pertama adalah tentang pembuatan face vektor. Setelah saya melihat cuplikan tentang face vektor beserta langkah pembuatannya. Selama ini, saya sudah banyak menjumpai gambar-gambar mirip kartun seperti itu. Akan tetapi  saya tidak berpikir sampai ke bagaimana cara pembuatannya dan software apa yang digunakan. Dan beruntungnya saya dalam perkuliah Aplikasi Komputer ini, saya diperkenalkan lebih jauh tentang vektor.
Dalam pembelajaran kuliah Aplikom semester ini, dosen saya memperkenalkan cara pembuatan vektor dengan menggunakan Corel Draw Graphic ×7. Meskipun sudah lama saya mengenal Corel Draw, akan tetapi saya hanya sebatas menggunakan Corel Draw Graphic ×4 untuk design poster saya saat saya duduk di SMA. Dan Corel Draw Graphic ×7 masih merupakan suatu hal yang baru bagi saya, meskipun secara keseluruhan memiliki fungsi dan tools yang tidak jauh berbeda dengan Corel Draw Graphic ×4.
Design vektor pertama saya ialah mendesign potret pemandangan. Meskipun saat itu, sebagai pemula dosen saya memberikan sebuah contoh lalu para mahasiswa membuat design yang mirip seperti contoh, namun sudah sangat memberikan gambaran bagaimana menggunakan tools tools vektor dalam corel draw. 

Sebagai tugas terakhir design vektor, saya membuat sebuah face vektor diri saya sendiri. Dengan bantuan sebuah foto diri saya yang kemudian saya jiplak setiap sudut gambar. Meskipun pada akhirnya hasilnya belum semirip dengan foto, namun setidaknya saya telah membuat face vektor diri saya sendiri. 

Dalam membuat face vektor tersebut, saya menggunakan tool B-sline tool. Hal ini dikarenakan dalam membentuk bangn-bangun dtar atau mengikuti setiap garis pada wajah dan tubuh di dalam foto, akan lebih fleksible dan dapat dengan mudah membuat garis lengkung. Kemudian untuk membuat efek nyata dalam vektor tersebut, saya mencoba bermain warna pada baju dan hijab. Hal ini untuk memperjelas lipatan-lipatan pada baju dan hijab agar terlihat lebih nyata.

Setelah terbuka labsheetnya, kemudian kita dapat memulai dengan labsheet yang masih kosong dengan menambahkan foto yang akan dibuat vector face hingga menyerupai kartun yaitu dengan cara klik file pada toolbar. Kemudian pilih impor dan pilih foto mana yang akan di buat vector face kemudian drag ke labsheet seperti pada gambar.



 



 
Kemudian perbesar dan mulailah dengan membuat vector dengan B-Spline agar lebih fleksible dalam membuat vector dan mengikuti bentuk wajah. Pertama membuat bagian pada wajah terlebih dahulu.


Selepas itu membuat garis dengan B-Spline mengikuti bentuk oval muka dan beri warna dengan warna kulit kemudian klik objek dan tekan ctrl+PgDN agar objek berada dibelakang foto supaya bagian mata hidung mulut juga dapat dikerjakan dengan vector pula.


Bentuk vector pada mata mulut dan hidung dan seluruh badan dengan B-Spline lagi agar tercipta garis yang lengkung. Kemudian warnailah dengan warna yang cocok untuk mata hidung dan mulut kemudian hilangkan garis pada objek. Berikut dengan elemen lainnya. Perpaduan warna yang tepat akan menjadikan hasil gambar tampak nyata.
          
 Setelah membuat face vektor saya yang pertama tersebut, karena masih merasa kurang puas, saya mencoba membuat kembali dengan foto yang berbeda. Kali ini masih dengan foto wajah saya sendiri seperti gambar berikut :

Kali ini, hasilnya lebih halus ketimbang vektor yang sebelumnya. Dalam pengerjaannya, saya lebih memperhaikan setiap detil elemennya. Tidak seperti vektor saya yang pertama dengan kesan terburu-buru dalam membuatnya sehingga hasilnya masih kasar. Dalam vektor saya yang kedua ini, menampilkan hasil yang lebih halus dan lebih rinci setiap detailnya. Sehingga lebih tampak seperti nyata. Walau begitu, permainan warna dalam vektor saya ini terlihat masih belum sempurna, banyak elemen-elemen yang warnanya terkesan berlebihan. Seperti terlihat pada lipatan hijab yang masih menampilkan warna yang kurang sesuai. Namun secara keseluruhan vektor kedua saya ini lebih bagus ketimbang face vektor pertama saya. Meskipun pada dasarnya cara pengerjaannya sama. Dengan software dan tools yang sama. Hanya memang lebih diperhatikan setiap detail dan kesesuaian warna dengan foto aslinya.

Itulah pengalaman saya saat pertama kali mengenal Corel Draw untuk membuat vektor yang juga merupakan karya grafis yang masih asing bagi saya. Saya berharap seni grafis inidapat terus dikembangkan sebagai suatu bentuk kreatifitas. Dan menjadikan seni design grafis ini dapat dibuat bukan hanya dari kalangan seniman grafis namun agar setidaknya banyak orang yang mengenal bagaimana cara pembuatannya dan software apa ang digunakan. 

Read More
    email this       edit